Mengenal Cara Kerja Komponen Radiator Mobil

Mengenal Cara Kerja Komponen Radiator Mobil

26th December 2019 0 By otomotiv

Radiator mobil memiliki peranan penting dalam kinerja kendaraan Anda. Tugas radioator adalah memaksimalkan fungsi oli, udara, dan air guna menjaga kestabilan suhu mobil.

Ketiganya merupakan sistem pendingin yang akan berfungsi saat suhu mobil meningkat. Sistem ini tak akan bekerja dengan baik tanpa keberadaan radiator mobil.

Meski begitu, ada baiknya untuk mengetahui secara detail mengenai fungsi dari radiator mobil. Hal ini bisa diketahui dengan cara mengenal berbagai komponennya dan tahu cara merawatnya. Berikut adalah beberapa penjelasannya.

Komponen Radiator

Sejatinya, radiator membutuhkan saluran masuk air pendingin. Sebelum masuk, air pendingin bakal tertampung di upper tank yang terletak di bagian atas radiator. Komponen tersebut juga terbagi ke dalam dua bagian, yakni tutup radiator dan saluran reservoir.

Tugas tutup radiator adalah mengontrol suhu air. Sedangkan saluran reservoir bertugas meneruskan air radiator ke reservoir tank jika terjadi kelebihan tekanan. Reservoir tank bertugas untuk menampung air radiator.

Lalu, ada komponen bernama pusat radiator yang tersusun atas pipa-pipa pipih memanjang. Ini bisa mempercepat pelepasan suhu panas dan juga menjadi penghubung upper tank dengan lower tank.

Untuk lower tank sendiri berfungsi sebagai penampung air dingin yang telah diproses di pusat radiator. Lalu, air dingin tersebut akan disalurkan ke berbagai komponen mesin mobil melalui pompa.

Cara Kerja

Setelah masuk ke upper tank, air dengan suhu tinggi akan dikirimkan ke radiator dan didinginkan dengan bantuan kipas radiator. Jika suhu sudah berubah, air itu akan mengalir menuju lower tank.

Thermostat, katup yang bisa membuka dan menutup secara otomatis berdasarkan perubahan temperatur pada mesin, akan terbuka dan mengalirkan air yang dingin ke mesin-mesin mobil.

Air menjadi hal yang sangat penting untuk radiator untuk mencegah overheat pada mobil. Itu karena overheat bisa mengakibatkan turun mesin. Karenanya, air radiator harus diganti secara rutin, minimal setelah mobil Anda menempuh perjalanan 20.000 km.

Anda juga harus memastikan bahwa tutup radiator terpasang dengan benar. Tutup ini bisa kendor karena karet yang rusak atau sudah terlalu lama dipakai. Tutup radiator yang kendor bisa membuat air radiator lebih cepat habis daripada biasanya.

Anda juga harus mengecek apakah terjadi kebocoran pada pipa, selang, dan pompa. Jika ada kebocoran, hal itu bisa membuat sistem pendingin tidak bekerja secara maksimal.