5 Komponen Motor Yang Gampang Rusak Akibat Jalan Berlubang

5 Komponen Motor Yang Gampang Rusak Akibat Jalan Berlubang

10th March 2020 0 By otomotiv

Titik jalan rusak dan berlubang yang semakin banyak akibat seringnya tergenang membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan. Tipsnya sederhana, sebisa mungkin hindari lubang. Namun jika harus diterjang, kemungkinan besar dalam jangka waktu beberapa lama akan membawa dampak pada beberapa komponen.

Beberapa bagian motor berikut ini rentan rusak jika sering Anda menghajar jalanan berlubang. Maka dari itu, Anda wajib memeriksa langsung kondisinya. Apa saja spare part motor tersebut?

1.      Ban

Inilah komponen paling luar yang terkena benturan. Di dalam ban terdapat serat-serat terbuat dari logam, yang jika kena benturan serat-serat itu berubah bentuk atau berpindah dari tempat semestinya. Akibatnya, ban menjadi benjol.

2.      Velg

Bagian ini jadi ”pelapis kedua” sesudah ban. Bila benturan sangat keras, kemungkinan velg ini bakalan pecah cukup gede (kalau pelek racing). Untuk pelek jari-jari, umumnya bengkok dan harus disetel ulang.

3.      Bearing atau laher roda

Bearing bisa terkena dampak buruk lantaran komponen ini menerima beban dari putaran ban. Jika ban kena lubang, otomatis bebannya akan bertambah. Jika dibiarkan, maka bearing akan lebih cepat aus.

Biasanya kerusakan pada bearing dapat dirasakan pergerakan motor terasa tidak stabil. Untuk memerikasanya Anda dapat menggoyangkan roda ke kanan-kiri. Bila terasa goyang harus segera diganti, karena bearing tidak bisa diperbaiki.

4.      Shock breaker

Shockbreaker merupakan komponen yang paling rawan rusak jika motor menghantam lubang. Pasalnya, jika terhempas dengan keras, seal karet sokbraker akan cepat aus yang kemudian akan rusak.

Padahal fungsi komponen ini di sepeda motor sangat krusial untuk meredam kejut atau getaran di permukaan jalan yang tidak rata. Jika sering menghantam lubang, umur shockbreaker akan lebih pendek dan Anda wajib menggantinya dengan yang baru.

5.      Komstir

Sama halnya dengan bearing. Masalahnya, komponen ini bukan berfungsi sebagai getaran kejut meski letaknya ada pada bagian setang. Jika gerak kejutnya terlampau besar dan sering, komponen ini akan aus dan oblak.

Kerusakan pada sektor ini bisa ditandai dengan setang yang tiba-tiba saja terkunci dan sulit dibelokkan. Dapat dipastikan, pelor di dalam mangkok komstir sulit bergerak bebas akibat menerima tekanan berlebih ketika berkendara di jalanan rusak.