Panduan Memilih Bohlam Headlamp yang tepat untuk motor

Panduan Memilih Bohlam Headlamp yang tepat untuk motor

27th January 2020 0 By otomotiv

Pengendara motor tentu merasa bingung sinar lampu motor menjadi tidak fokus. Saat cek headlamp, rupanya tempat tatakan bohlam sudah rusak akibat mika reflektor meleleh. Otomatis sinar lampunya menjadi tidak stabil.

Ada beberapa penyebab tatakan headlamp rusak. Pertama, motor digeber jarak jauh dalam waktu lama, posisi lampu yang Automatic Headlamp On (AHO) membuat mika kepanasan. Kedua, bohlam diganti dengan halogen merek X berdaya 35W (watt).

Untuk itu dalam memilih sebuah headlamp perlu dilakukan dengan secara tepat. Bagaimana cara memilih headlamp yang tepat untuk motor. Simak tips berikut:

1.      Lihat bahan reflektor

Motor yang beredar saat ini sudah jarang yang menggunakan bahan logam, biasanya para pabrikan memilih bahan yang digunakan dari plastik seperti Acrylonitrile Butadien Styrene.

Bahan tersebut dapat tahan terhadap bahan kimia, korosi dan permukaannya mengkilat, daya lelehnya hingga mencapai 180 derajat celcius, memang lebih rendah dari pada polikarbonat yang dapat tahan hingga mencapai 280 derajat celcius.

2.      Memilih daya lampu yang tepat

Sebaiknya Anda jangan memilih bohlam yang memiliki daya terlalu besar, hal ini dapat menyebabkan area ujung bohlam menjadi panas sehingga melelehkan reflektor.

Pada jenis motor matic jangan menggunakan bohlamp lebih dari 25 watt, sedangkan pada motor sport dapat menggunakan bohlamp hingga 35 watt mengingat bahan reflektor yang menggunakan ABS grade atau bahkan menggunakan logam.

3.      Jangan memilih berdasarkan warna sinar

Biasanya konsumen beranggapan bahwa bohlam yang mempunyai sinar putih kebiruan memiliki pancaran sinar yang lebih terang.

Penggunaan bohlam jenis ini kurang cocok saat kondisi musim penghujan. Lebih baik anda bisa mencoba dengan bohlamp yang memiliki nyala lampu yang kekuningan seperti tipe all season.

4.      Daya besar belum tentu terang

Aplikasi bohlam berdaya besar belum tentu berbanding lurus dengan terang yang dihasilkan. Misal motor Honda dengan lampu standar 18Wx2 setara 36W, diganti dengan 35Wx2 atau 70W. Bisa terang tapi tidak bertahan lama. Hal ini disebabkan setrum tekor akibat regulator rectifier tidak mampu menjaga setrum di aki pada sistem DC. Kalau aki tekor bisa berakibat fatal, dapat merembet ke elektric starter yang loyo hingga klakson dan sein yang tidak mau berkedip.

5.      Menggunakan produk original

Apabila dalam penggunaan produk yang bukan orisinil hal tersebut akan berdampak pada kualitas penerangan. Sebagai contoh bila Anda mengganti reflektor yang bukan aslinya bisa-bisa hanya dalam hitungan hari saja sudah mengalami meleleh, selain itu walaupun tidak meleleh pantulan sinarnya berbeda jauh sekali dengan yang aslinya.